Sejarah Singkat Upacara Nyadar
Asal-usul dari tradisi upacara nyadar yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa
Pinggirpapas tidak lepas dari tokoh yang bernama Anggasuto. Menurut masyarakat
tradisi nyadar bukan hanya sebuah penghormatan kepada leluhur (Anggasuto), akan
tetapi sebagai wujud terima kasih karena sebagai pembuat garam pertama sehingga
dengan melaksanakan upacara nyadar masyarakat berharap dapat memperoleh
keselamatan dan panen selanjutnya lebih baik.
Upcara Nyadar
Upacara Nyadar merupakan upacara selamatan atau syukuran. Upacara Nyadar sudah dilakukan sejak ditemukannya garam di daerah Pinggirpapas, di laksanakan 2 atau 3 hari dalam se tahun, antara bulan Juli sampai dengan Oktober. Oleh karena itu sudah sepantasnya dan menjadi kewajiban masyarakat desa Pinggirpapas untuk menghormati dan melaksanakan tradisi leluhurnya.
masyarakat desa Pinggirpapas selalu merayakan upacara nyadar.
Upacara Nyadar merupakan upacara selamatan atau syukuran. Upacara Nyadar sudah dilakukan sejak ditemukannya garam di daerah Pinggirpapas, di laksanakan 2 atau 3 hari dalam se tahun, antara bulan Juli sampai dengan Oktober. Oleh karena itu sudah sepantasnya dan menjadi kewajiban masyarakat desa Pinggirpapas untuk menghormati dan melaksanakan tradisi leluhurnya.
masyarakat desa Pinggirpapas selalu merayakan upacara nyadar.
Manfaat Upacara Nyadar
Upacara Nyadar merupakan upacara untuk mensyukuri rizki dan wujud terima kasih terhadap Anggasuto sebagai pembuat garam pertama sehingga dengan melaksanakan upacara nyadar masyarakat berharap dapat memperoleh keselamatan dan panen selanjutnya lebih baik. Selain itu upacara nyadar juga dilakukan untuk melanjutkan tradisi yang dilakukan oleh leluhurnya.
Upacara Nyadar merupakan upacara untuk mensyukuri rizki dan wujud terima kasih terhadap Anggasuto sebagai pembuat garam pertama sehingga dengan melaksanakan upacara nyadar masyarakat berharap dapat memperoleh keselamatan dan panen selanjutnya lebih baik. Selain itu upacara nyadar juga dilakukan untuk melanjutkan tradisi yang dilakukan oleh leluhurnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar